Investment Opportunities

Penjualan Ruko/Kios di CitraRaya Tangerang Meningkat Tajam
Seiring dengan membaiknya kondisi makro ekonomi, pada tahun 2010 silam permintaan tempat tinggal (rumah) dan tempat usaha (ruko/kios) di perumahan CitraRaya Tangerang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Hal ini tampak dari realisasi penjualan rumah dan ruko/kios tahun 2010 yang mencapai target. Kami bersyukur penjualan kami di tahun 2010 mencapai target yang diberikan direksi. Meski tidak sedikit kendala, terutama fluktuasi suku bunga dan faktor-faktor lain di luar ekonomi, namun secara umum cukup menggembirakan. Pada bulan-bulan tertentu, seperti liburan anak sekolah, Lebaran, Natal  dan Tahun Baru  sudah kita prediksi penjualan menurun, tetapi itu sudah kita antisipasi, kata Meita Mediawati - Manager Marketing CitraRaya Tangerang.

Beberapa produk hunian dan komersial yang laris manis dipasarkan di tahun 2010, antara lain Yellow Ivy, Park View, Green Vista,  Ruko Viola, Ruko Blossom, MardiGrass, Ruko Emerald, dan Ruko Melia Street.
Meita mengatakan, di tahun 2010, permintaan ruang usaha (ruko/kios) meningkat tajam. Hal ini tak terlepas  pertumbuhan penduduk kota mandiri ini yang dari waktu ke waktu terus bertambah. Kondisi tersebut memicu kebutuhan akan barang dan jasa ikut meningkat.
“Perkembangan CitraRaya yang begitu pesat layaknya kota berkembang merangsang kalangan menengah atas untuk tinggal di sini. Di samping itu, sebagian penghuni yang membeli rumah di CitraRaya semakin meningkat kesejahteraannya. Dulu ketika membeli rumah pertama masih karyawan, sekarang sudah manager, sehingga dia membutuhkan rumah yang lebih besar,” jelasnya.

Nah, peluang inilah yang ditangkap oleh para pedagang/pengusaha dengan membeli ruko/kios untuk membuka usahanya. Segala jenis usaha tumbuh dan meraup untung besar. Indikator kemajuan ini dapat lihat dari beberapa usaha yang melakukan perluasan dengan membeli ruko baru di kawasan CitraRaya Tangerang.
Daya tarik CitraRaya Tangerang ini juga didukung dengan penambahan berbagai fasilitas baru, antara lain: Ciffest (CitraRaya Food Fetival), Water World, MardiGras ,  dan menyusul Theme Park, serta  Rumah Sakit.  Semua itu menjadi 'magnet',  sehingga makin banyak orang datang menjadikan potensi pembelinya makin besar.
“Dengan begitu, makin banyak orang  tahu pula bahwa prospek bisnis di CitraRaya Tangerang sangat besar.  Mereka akan melihat dan menceritakan ini dari mulut ke mulut. Kenyataannya, dari waktu ke waktu usaha-usaha baru terus dibuka,” tutur Meita.

Harga Ruko Naik
Para pengusaha/pedagang  yang membuka usaha di CitraRaya Tangerang tidak hanya memanen keuntungan dari usahanya saja. Meita memaparkan, meski belum ada data riset, namun yang pasti kenaikan harga ruko dalam dua tahun dapat mencapai 90 persen.
“Misalnya, yang dialami salah satu pembeli kita. Tahun 2008 dia membeli ruko dengan harga Rp. 350 juta, dan di akhir 2010 ruko tersebut sudah ditawar sekitar Rp. 600 jutaan. Dalam dua tahun kenaikannya mencapai hampir 100 persen. Kenaikan ini, tentunya tidak hanya menilai dari tanah dan bangunan, tetapi potensi keuntungannya juga ikut dibeli,” imbuhnya.

Gairah dunia usaha di CitraRaya Tangerang juga terasa dari besarnya penjualan ruko-ruko baru di beberapa kawasan, seperti Ruko Melia Street, Ruko Blossom,  Ruko Viola, MardiGrass, Ruko Emerald, dan Auto Center. Walaupun harga properti komersial di CitraRaya Tangerang  terus meningkat antara 10 – 20 persen per tahun, tetapi itu tidak menyurutkan niat pembeli. Semua ruang usaha tersebut rata-rata sudah habis terjual.
Misalnya saja, Ruko Melia Street yang saat pembukaannya ditawarkan dengan harga sekitar Rp. 500 jutaan, saat ini hampir habis terjual.  Berada di lokasi strategis dan ROW-nya lebar - nyaman untuk parkir, menjadikan kawasan komersial ini sangat diminati.
“Selama masih ada kebutuhan ruang usaha, maka kami akan terus mengupayakan pembangunannya di lokasi-lokasi strategis. Di tahun 2010 kemarin, penjualan ruko/kios relatif  seimbang dengan penjualan rumah. Padahal di tahun-tahun sebelumnya perbandingnya  rata-rata 30 persen komersial (ruko/kios) dan 70 persen  hunian (rumah),” jelas Meita.